LTT Kabupaten Lebak Fokus pada Percepatan Tanam, Konsolidasi Data, dan Penguatan Program Strategis
Lebak, 5/12/2025 — Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Lebak melalui Rapat Koordinasi LTT. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar PPMBTPH, Kepala BRMP Banten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Balai Besar Pustaka dan Literasi Pertanian, serta koordinator penyuluh Kabupaten Lebak.
Dalam pemaparannya, Kepala Balai Besar PPMBTPH menyampaikan bahwa potensi standing crop September–November di Lebak seluas 45.568 hektare menunjukkan peluang tanam yang besar pada Desember. Disampaikan pula perkembangan program strategis seperti padi gogo yang memiliki realisasi 96,58% dari target 9.593 ha, dan Oplah non-rawa di Kabupaten Lebak yang telah mencapai 100% dari target 3.726 hektare. Kepala Balai Besar PPMBTPH menegaskan pentingnya mempercepat pembentukan Brigade Pangan (BP), konsolidasi data, pembuatan polygon tanam, mitigasi OPT, serta pelaporan alih fungsi lahan.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memaparkan kondisi luas baku sawah dan lahan sawah dilindungi, perkembangan serapan pupuk bersubsidi, serta strategi percepatan tanam melalui penetapan target harian LTT per kecamatan yang akan disinkronkan melalui PPL dan aplikasi e-Pusluh. Upaya mitigasi iklim serta koordinasi pengendalian organisme pengganggu tanaman juga ditekankan untuk menjaga produktivitas.
Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten menjelaskan bahwa luas tanam padi tahun 2025 meningkat 14.056 hektare dibanding tahun sebelumnya, dan Kabupaten Lebak menjadi salah satu penyumbang peningkatan tersebut. Meski demikian, serapan pupuk subsidi yang belum optimal di mana 58% petani terdaftar belum menebus pupuk menjadi perhatian penting yang harus segera ditindaklanjuti untuk mendukung realisasi LTT.
Perwakilan Balai Besar Pustaka dan Literasi Pertanian turut menyoroti pembentukan Brigade Pangan berdasarkan Survai Investigasi Design (SID), termasuk pemenuhan syarat minimal luasan operasional 150 hektare agar BP dapat bergerak efektif pasca Oplah.
Kepala BRMP Banten, Dr. Suharyanto, S.P., M.P., menekankan pentingnya sinergi antara percepatan tanam dan ketepatan administrasi. “Upaya percepatan tanam harus berjalan seiring dengan konsolidasi data dan pelaporan polygon. Tanpa administrasi yang akurat, capaian kinerja akan sulit terlihat meski kerja lapangan sudah maksimal,” ungkapnya. Dr. Suharyanto juga menegaskan bahwa kolaborasi antar lembaga adalah kunci untuk mencapai target akhir tahun.
Rakor ditutup dengan workshop penyusunan target LTT per kecamatan untuk bulan Desember sebagai langkah memastikan konsistensi capaian Kabupaten Lebak hingga akhir tahun serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi Banten.